SEGMENTASI , TARGETING, POSITIONING, DAN DIFFERENSIASI
|
|
|
|
|
|
|
|
VALUE BASED MARKETING
|
|
|
|
|
|
Segmentasi, Targeting, Positioning, dan
Differensiasi
|
I. Segmentasi
Segmentasi pasar adalah upaya memetakan pasar dengan memilah
konsumen sesuai kesamaan mereka dengan sudut pandang kreatif agar bisa
mengidentifikasinkan dan memanfaatkan peluang yang muncul. Pada saat yang
sama segmentasi merupakan ilmu (science) untuk memandang pasar berdasarkan
variabel geografis, demografis, psikografis dan perilaku.
Dengan melakukan segmentasi pasar, pemasaran akan dilakukan lebih
terarah dan sumber daya perusahaan dapat digunakan secara efektif dan efisien
untuk memberikan kepuasan pada konsumen. Jadi pada dasarnya, segmentasi pasar
adalah proses memperkenalkan produk atau jasa ke dalam beberapa segmen.
Menurut Prof J. Suprant0 dan Dr. Nandan Limakrisna, Segmentasi
pasar mencakup empat langkah, yaitu:
·
Mengenali produk terkait untuk memenuhi suatu set kebutuhan pada
pasar sasaran
·
Mengelompokkan konsumen dengan set kebutuhan yang serupa
·
Menguraikan setiap kelompok dengan set kebutuhan yang serupa
·
Memilih segmen yang menarik untuk di layani (sesuai dengan
kemampuan yang di miliki perusahaan)
Dimana:
1.
Produk terkait untuk memenuhi suatu set kebutuhan
Segmen dari pasar sasaran yang di pilih oleh suatu perusahaan
sudah tentu telah disesuaikan dengan kemampuan yang dimilikinya.
Kemampuanperusahaan antara lain: reputasi, produk yang telah mampu di produksi
suatu teknologi atau ketrampilan lainnya yang menyangkut pengembangan produk,
promosi, distribusi dan pelayanan yang bias memuaskan konsumen. Tugas pertama
perusahaan dari perusahaan ialah mengenali set kebutuhan (need set)di mana
perusahaan mampu memenuhinya. Istilah set kebutuhan di ppergunakanuntuk
merefleksikan kenyataan bahwa sebagian besar produk dari Negara yang sudah maju
(Amerika, Eropa, Jepang) bias memenuhi lebih dari satu kebutuhan
2.
Konsumen dengan set kebutuhan yang serupa
Konsumen-konsumen bias di kelompokkan menjadi satu segmen selama
fitur produk dan citra produk produk yang di butuhkan serupa / mirip atau
bahkan sama, walaupun secara demografis mungkin berbeda, misalnya kelompok umur
berbeda. Langkah ini umumnya melibatkan riset konsumen meliputi wawancara,
focus group, survey, product concept test. Bisa juga mencakup suatu analisis
pola konsumsi terkini / mutakhir dan deduksi berdasarkan pada suatu pemahaman
perilaku konsumen
3.
Deskripsi setiap kelompok
Setelah konsumen dengan set kebutuhan sudah di kenali,
konsumen-konsumen tersebut harus di uraikan , di nyatakan dalam karakteristik
demografis, gaya hidup dan penggunaan media. Agar mampu mendesain / merancang
program pemasaran yang efektif, perlu mempunyai pemahaman yang lengkap dari
konsumen potensial. Pemahaman yang lengkap memungkinkan pemasar mampu mengenali
set kebutuhan dari konsumen
4.
Segmen yang menarik untuk di layani
Begitu pemasar mempunyai pemahaman yang lengkap untuk setiap
segmen, pemasar harus memilih pasar sasaran (target market) yaitu segmen dari
pasar yang lebih luas, dimana pemasar akan memfokuskan kegiatan pemasarannya.
Keputusan ini di dasarkan pada kemampuan pemasar untuk memberikan kepada segmen
yang telah di pilihnya dengan nilai konsumen yang superior akan tetapi masih
menguntungkan. Jadi data tentang ukuran dan pertumbuhan segmen intensitas
kompetisi yang terkini dan yang di antisipasi, biaya untuk memberikan nilai
superior perlu mendapatkan perhatian.
Tujuan dari adalah membuat para pemasar mampu menyelesaikan
marketing mix untuk memenuhi kebutuhan satu atau lebih segmen pasar tertentu.
Terbagi menjadi 2 :
a) Segmen pasar
Sub kelompok
orang-orang atau organisasi yang memiliki satu atau lebih karakteristik yang
sama menyebabkan mereka memiliki produk yang serupa.
b) Segmentasi pasar
Proses membagi sebuah
pasar ke segmen-segmen atau kelopok-kelompok yang bermakna, relative sama dan
dapat diidentifikasikan. Pembagian segmen pasar:
· Segmentasi
pasar konsumen
Yaitu membentuk
segmen pasar dengan menggunakan consumer characteristic, kemudian perusahaan
akan menelaah apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau
tanggapan produk yang berbeda.
· Segmentasi
pasar bisnis
Yaitu membentuk segmen
pasar dengan memperhatikan consumer responses terhadap manfaat yang dicari,
waktu penggunaan, dan merek.
· Segmentasi
pasar yang efektif
* Dapat diukur
(measurable), ukuran, daya beli, profil segmen;
* Besar segmen (subtantial): cukup besar dan menguntungkan
* Besar segmen (subtantial): cukup besar dan menguntungkan
untuk dilayani;
* Dapat dijangkau (accessible): dapat dijangkau
dan dilayani secara efektif;
* Dapat dibedakan (differentiable): secara konseptual dapat dipisahkan dan memberi
* Dapat dibedakan (differentiable): secara konseptual dapat dipisahkan dan memberi
tanggapan
yang berbeda terhadap elemen dan program bauran
* Dapat diambil tindakan
(actionable): program yang efektif dapat dirumuskan untuk menarik dan melayani
segmen tersebut.
Peranan segmentasi dalam marketing :
a) Memungkinkan kita untuk
lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita.
b) Mendapatkan input mengenai
peta kompetisi dan posisi kita di pasar.
c) Merupakan basis bagi kita
untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya.
d) Faktor kunci mengalahkan pesaing
dengan memandang pasar dari sudut unik dan cara yang berbeda.
Manfaat segmentasi :
b) Perusahaan akan dapat
mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam
pasar yang senantiasa berubah.
c) Dapat mendesign produk yang
benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.Dapat menentukan kampanye dan
periklanan yang paling efektif.
d) Dapat mengarahkan dana promosi
yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan
menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
e) Dapat digunakan untuk
mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi
pasar cukup besar.
A. Variabel
dalam Segmentasi Pemasaran
|
Static
attribute segmentation
|
Dinamic
attribute segmentation
|
|
Segmentasi
Psikografis-Demografis :
Profil psikografis
dan demografis merupakan pendekatan yang saling melengkapi yang akan
memberikan hasil maksimal jika digunakan bersama
|
Segmentasi
Geodemografis :
Jenis segmentasi
gabungan ini didasarkan pada pendapat bahwa orang yang hidup dekat dengan
satu sama lain mungkin mempunyai keuangan, selera, pilihan, gaya hidup, dan
kebiasaan konsumsi yang sama.
|
Ø
Demografis,
segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam
kelompok-kelompok berdasarkan variabel demografisyang merujuk ke data statistik
penduduk seperti ; usia, jenis kelamin, pendapatan, ras, pendidikan,
pekerjaan
Demografis membantu menemukan pasar target atau sasaran.
Informasi demografis merupakan cara yang paling efektif dari segi biaya dan
paling mudah diperoleh untuk mengenali target. Data-data demografis lebih mudah
diukur daripada berbagai variabel segmentasi lain. Berbagai variabel denografis
mengungkapkan kecenderungan yang memberikan isyarat berbagai peluang bisnis,
seperti pergeseran usia, jenis kelamin, dan distribusi penghasilan. Contohnya
seperti : banyaknya perusahaan percetakan di daerah margonda karena di daerah
tersebut strategis banyaknya perusahaan, universitas dan sekolah. Jadi
banyaknya anak sekolah, mahasiswa/I, dan pekerja kantor yang membutuhkan tempat
cetak untuk memudahkan pekerjaannya.
Ø
Geografis,
pengelompokan yang dilakukan memberikan unit-unit geografi
berdasarkan daerah asal / tempat tinggal konsumen sehingga pemasar memperoleh
kepastian kemana produknya akan dijual.
Misalnya, nasi gudeg
penjualan paling baik di Yogyakarta, sate ayam penjualan paling baik di Madura,
buah apel penjualan paling baik di Malang, dll.
Ø
Psikografi,
menggunakan demografis dalam menentukan perilaku dan selera segmen
tertentu suatu populasi. Psikografi mengkaji gaya hidup, kepribadian, dan sikap
penduduk.
Profil psikografis salah satu
segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan (activities),
minat (interests), dan pendapat (opinions) (AIO) konsumen yang dapat diukur.
Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian
pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali
berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap,
kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen. Contoh, beberapa perempuan menyukai
baju berwarna cerah atau pink, mereka membelinya karena opini mereka warna
pink itu terkesan girly dan menarik.
Ø
Pasar relung,
segmen kecil dari populasi yang memiliki kesamaan karekteristik,
kepentingan, kebiasaan berbelanja dan sebagainya.
Ø
Perilaku,
segmentasi ini dilakukan dengan membagi konsumen ke dalam
segmen-segmen berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen
menggunakan barang/situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat
segmen ini yaitu dengan membagi pasar ke dalam pengguna dan non-pengguna produk.
Ø
Psikologis,
karakteristik psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki
konsumen perorangan.
Karakteristik psikologis
merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Strategi
segmentasi konsumen sering didasarkan pada berbagai variabel psikologis khusus.
Misalnya, para konsumen dapat dibagi menurut motivasi, kepribadian, persepsi,
pengetahuan, dan sikap.
Ø
Sosial Budaya, berbagai variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis
(budaya) yaitu variabel sosial budaya. Sebagai contoh, berbagai
pasar konsumen telah berhasil dibagi lagi menjadi berbagai segmen berdasarkan
tahap dalam siklus kehidupan keluarga, kelas sosial, nilai-nilai budaya inti,
keanggotaan subbudaya, dan keanggotaan lintas budaya.
B. Proses segmentasi pasar
1.
Survey Stage
Survey Stage merupakan tahap melakukan eksplorasi baik melalui
focus group discussion atau dengan wawancara terhadap beberapa kelompok
konsumen untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi, sikap dan perilaku
konsumen.
2.
Analysis Stage
Analysis Stage merupakan tahap analisis terhadap informasi yang
telah diperoleh melalui survey.
3.
Profiling Stage
Profiling Stage merupakan tahap untuk mengidentifikasi frofil
masing-masing cluster yang terbentuk. Dengan ini akan teridentifikasi perbedaan
masing-masing cluster berdasarkan sikap dan perilaku, demografi, psikografi,
manfaat atau value yang diharapkan dari sebuah program MM, kemudian
masing-masing cluster diberi nama berdasarkan karakteristik yang menonjol
(Fanggidae, 2006).
C. Syarat-syarat
Segmentasi yang Efektif
Karakteristik
yang harus ada agar segmen pasar bisa memberi manfaat:
v
Measurable (Terukur)
Sejauh mana segmentasi dapat mengukur daya beli, profil segmen,
dan mengukur potensi pasar. Contoh, ukuran segmen remaja peminum minuman keras,
terutama yang alasannya karena berontak kepada orang tua.
v
Accessible (Dapat Diakses)
Segmen pasar harus mudah dijangkau untuk dilayani secara efektif.
v
Substantial (Banyak)
Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani.
Contoh, area metropolitan besar dapat mendukung beragam restoran etnis.
Sebaliknya, restoran kecil tidak mungkin bertahan di kota kecil.
v
Differentiable (Dapat Dibedakan)
Segmen harus dengan mudah dibedakan terhadap unsur atau
elemen-elemen pemasaran yang berbeda. Contoh, jika wanita yang telah menikah
dan belum menikah memberikan tanggapan yang sama atas penjualan parfum, berarti
diantaranya bukanlah segmen yang terpisah.
v Actionable (Dapat
Dilaksanakan)
Segmen pasar dapat
dilayani dengan desain program yang efektif.
Pada hakekatnya setiap
perusahaan yang menjual barang dan jasa hendaknya perlu melakukan segmentasi
pasar (market segmentation). Lalu timbul suatu pertanyaan. Apa
definisi atau pengertian segmentasi pasar (market segmentation)?
dan apa pula tujuan segmentasi pasar (marketing segmentation)
itu? Morrison memberikan definisi atau pengertian tentang market segmentation (segmentasi pasar) dengan
mengatakansebagai berikut : “Market segmentation is the
division of the overall market for a service into groups with common characteristics”
Atau dalam terjemahan bebasnya (bahasa Indonesia) dikatakan bahwa segmentasi
pasar (market segmentation) merupakan pembagian dari
keseluruhan pasar untuk suatu pelayanan dalam kelompok-kelompok dengan
karakteristik umum. Segmentasi pasar (marketing segmentation)
merupakan suatu langkah awal pemasaran (marketing) untuk
membagi-bagi berbagai macam konsumen yang ada di pasar dan memilih salah satu
bagian dari segmen tersebut yang akan dijadikan target pemasaran.
II. Positioning
Menurut Kotler, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini
dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain
positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk
mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu
segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen
tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan,
dibandingkan dengan pesaingnya.
Positioning bukan sesuatu yang anda lakukan terhadap produk,
tetapi sesuatu yang ada lakukan terhadap otak calon pelanggan. Positioning
bukanlah suatu strategi produk, tetapi strategi komunikasi. Ia berhubungan
dengan bagaimana konsumen menempatkan sebuah produk di dalam otaknya, di dalam
khayalnya, sehingga calon konsumen memiliki penilaian tertentu dan
mengindentifikasikan dirinya dengan produk itu. Beberapa perusahaan bahkan
daerah yang sudah memiliki Positioning yang baik pasti memiliki diferensiasi
misalnya Singapore Positioning-nya uniqely singapore, yogyakarta
Positioning-nya Never ending ASIA, Malayasia Positioning-nya the Truly Asia.
Tujuan posotioning antara lain :
v
Mengidentifikasi suatu perangkat keunggulan bersaing yang mungkin
dibuat dimana positioningakan dibangun,
v
Memilih keunggulan bersaing yang tepat, dan
v
Dengan efektif mengkomunikasikan dan menyampaikan posisi dan
dipilih ke pasar.
A.
Product
Positioning Strategy
Product positioning sangat
berhubungan dengan segmentasi pasar karena penempatan produk tersebut ditujukan
melayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian strategi product
positioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citra
produk di benak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol
dibandingkan dengan produk pesaing. Fokus utamanya adalah bagaimana caranya
sehingga konsumen mempunyai persepsi yang sama dengan yang diharapkan produsen
tentang produk yang ditawarkan. Kembali Kotler (1997:265)menjelaskan beberapa
cara product positioning yang dapat dilakukan pemasar dalam memasarkan produk
kepada konsumen yang dituju, antara lain (Jenis -
jenis Positioning) :
- Penentuan
posisi menurut atribut / Positioning berdasarkan atribut produk
Ini terjadi bila suatu perusahaan
memposisikan dengan menonjolkan atribut produk yang lebih unggul dibanding
pesaingnya, seperti ukuran, lama keberadaannya, dan seterusnya. Misalnya
Disneyland dapat mengiklankan dan sebagai taman hiburan terbesar di dunia.
- Penentuan
posisi menurut manfaat.
/ Positioning berdasarkan manfaat
Dalam pengertian ini produk
diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu. Misalnya Knotts
Berry Farm memposisikan diri sebagai taman hiburan untuk orang-orang yang
mencari pengalaman fantasi, seperti hidup di jaman keemasan koboi Old West.
- Penentuan
posisi menurut penggunaan atau penerapan. / Positioning berdasarkan penggunaan produk
Seperangkat nilai-nilai
penggunaan atau penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan
dibandingkan pesaingnya, misal: Japanese Deer Park memposisikan diri untuk
wisatawan yang hanya ingin memperoleh liburan singkat.
- Penentuan
posisi menurut pemakai / Positioning berdasarkan pemakai produk
Ini berarti memposisikan produk
sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar
sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih komunitas, baik dalam arti
sempit maupun dalam arti luas. Misalnya Magic Mountain dapat mengiklankan diri
sebagai taman hiburan untuk ‘pencari tantangan’.
- Penentuan
posisi menurut pesaing / Positioning
berdasarkan pesaing
Disini produk secara keseluruhan
menonjolkan nama mereknya secara utuh dan diposisiskan lebih baik daripada
pesaing. Misalnya: Lion Country Safari dapat beriklan memilki lebih banyak
macam binatang jika dibandingkan dengan Japanese Deer Park.
- Penentuan
posisi menurut kategori produk / Positioning berdasarkan kategori produk
Disini produk diposisikan sebagai
pemimpin dalam suatu kategori produk. Misalnya: Marineland of the Pacific dapat
memposisikan diri bukan sebagai ‘taman rekreasi’ tapi sebagai ‘lembaga
pendidikan’.
- Penentuan
posisi harga atau kualitas / Positioning harga atau kualitas
Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai
terbaik. Misalnya Catbury Dairy Milk dapat memposisikan diri sebagai nilai
terbaik untuk harga (dibandingkan penentuan posisi seperti kualitas
tinggi/harga tinggi atau harga termurah. Contoh lain,
Busch Gardens memposisikan diri memiliki nilai terbaik untuk harga (pembanding
antara kualitas dengan harga)
Kriteria yang menentukan positioning menurut
Hermawan Kertajaya sebagai berikut:
v
Customer
o
Didasarkan atas kajian pelanggan (customer) positioning harus
dipersepsikan secara positif oleh para pelanggan dan menjadi alasan dalam
pembelian mereka.
v
Company
o
Positioning harus mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif
perusahaan.
v
Competition
o
Harus bersifat unik sehingga dapat dengan mudahmendiferensiasikan
diri dan memiliki perbedaan khususdibanding dengan produk saingannya.
v
Change
o
Didasarkan pada kajian atas perubahan yang terjadi dalam
lingkungan bisnis, positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan
berbagai perubahan dalam lingkungan bisnis.
B. Syarat Positioning yang Baik
1. Positioning mencerminkan
keunggulan kompetitif.
2. Positioning haruslah
dipersepsi secara positip oleh pelanggan dan menjadi reason to buy.
3. Positioning harus bersifat unik
sehingga dapat dengan mudah mendiferensiasikan diri dengan pesaing.
4. Positioning harus
berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan dalam lingkungan
bisnis, apakah itu perubahan persaingan, perubahan perilaku pelanggan, social
budaya dsb.
C. Product Positioning
Ada beberapa hal yang
harus diperhatikan dalam positioning, antara lain:
·
Positioning adalah strategi komunikasi
·
Positioning bersikap dinamis
·
Positioning berhubungan dengan event marketing
·
Positioning berhubungan erat dengan atribut-atribut produk
·
Positioning harus memberi arti yang penting bagi konsumen
·
Atribut-atribut yang dipilih harus unik dan dapat dibedakan dengan
yang diakui oleh pesaing
D. Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran
Positioning memiliki peran yang sangat penting didalam strategi
pemasaran. Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi, terjadi
ledakan barang,media, maupun iklan. Akibatnya pikiran para prospek menjadi
ajang pertempuran.
Positioning adalah
tindakan perusahaan untuk merancang produk dan baurang pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.
Sehingga dengan demikian konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang
dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan
untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan
untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan
dalam pasar. Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing
lainnya, perusahaan itu harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan
lebih lanjut melalui perbedaan-perbedaan tersendiri.
Peran Positioning Dalam
Strategi Pemasaran
Menurut Craven (1991:270)bahwa
positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran, setelah
melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal
perusahaan(total situation analysis).
Alasannya dunia sekarang ini
dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang,media, maupun iklan. Akibatnya
pikiran para prospek menjadi ajang pertempuran. Oleh karena itu, agar dapat
berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi, perusahaan apa pun
sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya
kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, tetapi juga kekuatan dan kelemahan
pesaingnya dalam pikiran prospeknya. Itulah sebabnya, ancangan dasar
‘positioning’tidak lagi sekadar menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda
dengan yang lain, tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam
pikiran dan mengkaitkan hubungan-hubungan yang telah ada, hal ini karena
pikiran manusia juga memiliki tempat bagi setiap keping informasi yang telah
dipilih untuk disimpan. Sementara itu, pikiran konsumen sering dianologikan
sebagai benteng terakhir pertahanan melawan riuhnya komunikasi, sebagai tempat
menyaring, menerima atau menolak informasi yang ditawarkannya. Apabila ternyata
pikiran konsumen telah terbentuk, biasanya produsen lain mengalami kesulitan
untuk merubahnya, apalagi pesaingnya tidak tinggal diam melakukan reposisi. Konkritnya,
satu hal pokok yang perlu dilakukan dalam usaha ‘memaku mati’pesan di dalam
pikiran seseorang adalah sama sekali bukan yang berhubungan dengan pesannya,
tapi justru pikiran itu sendiri. Pikiran yang bersih adalah pikiran yang belum
dipoles oleh merk lain. Sehingga peranan positioning merupakan sistem yang
terorganisir dalam upaya menemukan suatu hal yang tepat, pada waktu yang tepat
di dalam pikiran seseorang.
Untuk mencapai product positioning yang kuat suatu perusahaan
perlu melakukan diferensiasi dalam banyak faktor yaitu: teknologi, harga,
kualitas, saluran distribusi atau sasaran konsumennya. Rumusan positioning yang
dikemukakan Kenna (1985:37) menjelaskan perusahaan sewaktu akan melakukan
product positioning perlu mempertimbangkan 4 (empat) hal kunci utama, yang
disebut sebagai The Golden Rules of Product. Adapun uraiannya
sebagai berikut:
1. Perusahaan perlu
mengkuti trend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi, persaingan, sosial,
dan ekonomi.
2. Perusahaan harus
memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
3. Perusahaan harus
mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu misalnya pada segmen
masyarakat atas, menengah atau bawah.
4. Perusahaan harus
mau bereksperimen dengan tipe produk baru, kemudian memperhatikan reaksi pasar.
sebagai
contoh positioning produk :
(Kratingdaeng)
Produk
Kratingdaeng merupakan produk liquid menggunakan
kemasan botol kecil netto 125 ml. setiap kemasan
mengandung berbagai multivitamin seperti vitamin B, taurin, inostol,
caffeine, calcium pantothene, nicotinamide, tartrazine, dan lain-lain.
Dan konsumen tidak mau mengkonsumsinya tanpa mengetahui
manfaat dan efek sampingnya yang dapat merugikan kesehatan.
Produk
kratingdaeng memiliki jenis kratingdaeng biasa (Kratingdaeng) dan premium
(Kratingdaeng-S) yang masing-masing memiliki kan dungan yang agak berbeda.
Untuk jenis premium caffeinnya lebih tinggi dan ada tambahan vitamin.
Dari
contoh produk yang tersedia, kratingdaeng memberikan manfaat untuk
manambah vitalitas. Kratingdaeng cenderung lebih unggul dibandingkan
merek sejenis pada unsur rasa, kandungan dan efeknya pada kebugaran tubuh pada
akhirnya perilaku konsumen sebagai pengguna minuman tersebut.
dari
contoh produk itu membuktikan bahwa strategi positioning sangat berpengaruh
terhadap pengenalan produk, mengenai informasinya, manfaatnya, kelebihannya
dari produk lain. sehingga timbul kesan tertentu pada benak konsumen, dan
konsumen jadi lebih mengingat produk tersebut.
III. Diferensiasi
Yang dimaksud diferensiasi produk adalah semua kegiatan yang
dilakukan seorang pengusaha atau pelaku pasar untuk menciptakan sebuah
perbedaan yang bertujuan memberikan nilai lebih kepada para konsumen.
Diferensiasi bisa dilakukan dengan menciptakan produk yang berbeda,
memberikan pelayanan yang berbeda, atau menciptakan image produk yang unik dan
berbeda dari pesaing lainnya. Dengan begitu sebuah produk akan lebih mudah
dikenali dan memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga
mereka lebih memilih produk Anda, dibandingkan produk lainnya yang ada di
pasaran.
Diferensiasi
adalah salah satu strategi jitu yang sering diterapkan ataupun digunakan oleh
sebuah perusahaan untuk memenangi pesaingan. Diferensiasi adalah membuat sebuah
produk yang berbeda dengan produk pesaing. Jika produk yang akan kita berikan
sama dengan produk yang diberikan oleh pesaing dan kita masuk belakangan, maka
dipastikan kita akan sulit bersaing. Produk kita tidak akan diperhatikan oleh
konsumen, maka dibutuhkan diferensiasi untuk unsur pembeda dari produk
tersebut.
Tujuan
dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning yang tepat
sesuai keinginan konsumen potensial yang ingin dituju. Jika pasar melihat
perbedaan produk kita dibanding produk pesaing, kita akan lebih mudah mengembangkan
marketing mix untuk produk tersebut. Diferensiasi produk yang berhasil
adalah diferensiasi yang mampu mengalihkan basis persaingan dari harga ke
faktor lain, seperti karakteristik produk, strategi distribusi atau
variabel-variabel promotif lainnya. Kelemahan dari diferensiasi adalah perlunya
biaya produksi tambahan dan iklan besar-besaran.
Untuk menciptakan differensiasi, tiga hal yang harus
dikonsentrasikan antara lain:
v
Konten, yaitu produk apa yang ditawarkan.
v
Konteks, yaitu cara menawarkan produk kepada konsumen.
v
Infrastruktur, yaitu faktor pendukung terlaksananya differensiasi produk
tersebut seperti kemampuan teknologi, sumber daya manusia, dan fasilitas yang
digunakan.
Menurut
Treacy dan Wiersema di kutip dari Ujang Sumarwan Pemasaran Strategi,
perusahaan-perusahaan yang sekarang memimpin industry mempunyai keunggulan
diferensiasi melalui empat cara, yaitu :
- Menyediakan penawaran
terbaik melalui keunggulan pada dimensi nilai yang spesifik
- Menjaga dimensi-dimensi
lainnya agar tetap pada posisi ambang standar
- Dominasi pasar dengan
meningkatkan nilai dari tahun ke tahun
- Mengembangkan model operasi
yang di dedikasikan untuk menyampaikan nilai yang tiada bandingannya
Kriteria
keunggulan diferensiasi, atau proposisi nilai yang unggul, adalah sebagai
berikut:
- Customer
benefit (manfaat pelanggan)
Perbedaan
tersebut harus meningkatan kinerja dan pengalaman , yang berarti harus sesuai
dengan dimensi kebutuhan pelanggan.
- Keunikan
Pelanggan
harus mempresepsikan keunggulan yang mereka dapatkan berbeda dari yang di
tawarkan oleh pesaing lain
- Profitabilitas
(keunggulan)
Perusahaan
harus dapat memproduksi produk atau servis dengan harga , biaya dan struktur
volume yang membuat produk menghasilkan
keuntungan
- Sustainable
(keberlanjutan)
Keunggulan
sulit ditiru oleh pesaing karena ada
hambatan untuk masuk, baik dari sisi ketrampilan, skala ekonomi, merek atau hak paten, atau pula mencegah
perbedaan tersebut mudah dirusak.
Beberapa keuntungan yang akan diperoleh para pengusaha maupun
pelaku pasar dari strategi diferensiasi produk :
1. Produk
lebih mudah diingat para konsumen
Pada dasarnya segala sesuatu yang unik dan berbeda, tentu akan
memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga mereka lebih
mudah mengenali dan mengingat produk tersebut, dibandingkan produk lainnya yang
sudah umum di pasaran.
2. Produk
lebih unggul dibandingkan dengan produk lainnya.
Jika produk lainnya sudah dianggap standar oleh para konsumen,
dengan menciptakan diferensiasi maka produk Anda akan terlihat lebih unggul
dibandingkan produk lainnya yang sudah banyak beredar dipasaran. Hal ini tentu
sangat menguntungkan bagi para pemasar, karena dengan produk yang unggul akan
memudahkannya dalam membangun loyalitas konsumen.
3. Harga
jual produk lebih tinggi.
Sebuah produk yang memiliki keunikan khusus, biasanya akan diburu
konsumen dengan harga berapapun. Jadi tidak heran bila harga jual produklimited
edition bisa lebih tinggi dibandingkan dengan harga produk lainnya yang sudah
banyak beredar dipasaran. Karena kebanyakan konsumen berani membayar mahal,
untuk dapat menikmati produk inovatif yang ditawarkan pelaku pasar.
4. Mengatasi
masalah kejenuhan pasar
Mengingat penjualan sebuah produk sering mengalami pasang surut
sesuai dengan daur hidupnya yang terus berputar, maka adanya diferensiasi
produk dapat membantu para pengusaha maupun pelaku pasar ketika konsumen sudah
mulai jenuh dengan produk yang biasa ditawarkannya.
5. Membantu
terciptanya image produk
Semakin unik produk yang DItawarkan, maka akan semakin memudahkan
konsumen dalam mengenali produk tersebut. Dan semakin banyak konsumen yang
mengenali suatu produk, maka semakin besar pula peluang kita untuk menanamkan
image produk yang kita tawarkan di hati para konsumen. Sehingga kita dapat
menentukan positioning yang tepat, sesuai dengan target pasar yang dibidik.
Diferensiasi
contoh
diferensiasi produk :
(Yamaha
Mio)
Yamaha
meluncurkan motor skutik Mio, menyerang Honda dengan membidik bagian pasar yang
tidak terlayani. Jurus inilah yang dipakai Yamaha Mio, yang semula para
kompetitornya mengabaikan pasar motor bebek untuk kalangan perempuan. Langkah
ini ternyata membuahkan hasil karena menangkap kebutuhan konsumen dari kalangan
wanita yang mendambakan motor bebek yang sesuai bagi wanita. Perkembangan berikutnya
bahkan tidak hanya perempuan yang suka mengendarai skuti Mio, bahkan para
laki-laki pun kini juga suka terutama di kota besar yang jalanannya sering
macet, sehingga karena automatis maka tidak perlu ganti persnelling.
Kesimpulan
: Dengan jeli memetakan segmen pasar serta menerapkan inovasi tinggi, maka kita
selain bisa menembus pasar yang telah jenuh, bahkan bisa menciptakan peluang
terciptanya pasar baru, yaitu penguasaan ruang pasar yang tidak diperebutkan
(uncontested market space) sehingga membuat persaingan menjadi tidak relevan.
DAFTAR
PUSTAKA
Doyle P.2000. Value-Based
Marketing: Marketing Strategies For Corporate Growth and Shareholder Value.
England. John Wiley & Sons Ltd.
Kotler P1997. Manajemen
Pemasaran: Analisis, perencanaan, Implementasi, dan Kontrol. Edisi Revisi.
Jakarta. PT.Prenhalindo
Kotler P. 2000. Marketing
Management. Millenium Edition.International Edition. New Jersey: Prentice-Hall.
Kotler P. 2003. Marketing
Management. 11 Ed. International Edition. New Jersey: Prentice Hall.
Peter JP., Olson, JC 2013.
Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran . Edisi 9.Mc Graw-Hill. Jakarta.
Salemba Empat.
Schiffman LG & Kanuk,
LL.,2000. Consumer Behavior. 7th Edition. New Jersey: Prentice-Hall.
Sumarwan U. 2003. Perilaku
Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: Ghalia Indonesia
Suprapto J., Nandan
Limakrisna., Perilaku Konsumen dan Strategi pemasaran: Untuk Memenangkan
Persaingan Bisnis. Jakarta. 2007.,Edisi Revisi.
Mitra Wacana Media
Comments
Post a Comment