5 KONSEP PEMASARAN PHILIP KOTLER

Menurut philip kotler ( 2001) pemasaran mencakup 5 konsep yang saling bersaing. Dua konsep terakhir adalah konsep persaingan modern dan pemasaran modern yang paling terintegrasi. Lima konsep ini adalah:
1.      Era produksi

Era produksi adalah salahsatu yang tertua dalam bisnis. Kotler berpendapat bahwa, konsumen lebih memilih produk yang banyak tersedia dan murah. Manajer bisnis yang berorientasi pada produksi, berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi, biaya rendah, dan distribusi masal. Orientasi ini masuk akal di negara-negara berkembang dimana konsumen lebih tertarik mendapatkan produk daripada fitur-fitur nya. Hal ini juga di gunakan perusahaan untuk memperluas pasar. Texas instrumens adalah eksponen terkemuka dari konsep ini. Ini berkonsentrasi pada volume produksi dan peningkatan teknologi untuk penurunan biaya yang menyebapkan harga dan perluasan pasar lebi rendah. Orientasi ini juga menjadi strategi utama banyak perusahaan jepang.
2.      Era produk
Bisnis lain di pandu oleh konsep produk, yang menyatakan bahwa konsumen manyukai produk yang menawarkan kualitas, performa, atau fitur inovatif terbaik. Manjer dalam organisasi ini fokus untuk membuat produk unggulan  dan meningkatkannya seiring dengan berjalannya waktu dengan asumsi pembeli dapat menilai kualitas dan kinerja.
3.      Era jual
Era penjualan, orientasi bisnis umum lainya, berpendapat bahwa konsumen dan bisnis, jika pihak kiri, biasanya tidak cukup membeli produk organisasi. Oleh karna itu organisasi harus melakukan upaya penjualan dan promosi yang agresif. Konsep ini mengasumsikan bahwa konsumen harus di bujuk untuk membeli, sehingga perusahaan memiliki alat penjualan dan promosi untuk merangsang pembelian.

4.      Era pemasaran

Era pemasaran berdasarkan prinsip sentral yang di kristalkan pada pertengahan tahun 1950an, menantang tiga orientasi bisnis yang baru saja kita bahas. Konsep pemasaran menyatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari perusahaan yang lebih efektif daripada pesaingnya dalam menciptakan, mengantarkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan ke pasar sasaran yang di pilihnya.
Theodore levitt dari Harvad menarik menarik kontras persepsi antara era penjualan dan pemasaran: “ menjual berfokus pada kebutuhan penjual, memasarkan kebutuhan pembeli. Menjual disubkan dengan kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai. Pemasaran dengan gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan melalui produk dan keseluruhan kumpulan yang terkait dengan penciptaan, pengiriman dan akhirnya mengkonsumsi nya”.
Era pemasaran bertumpu pada empat pilar:
a)      Target pasar
b)      Kebutuhan pelanggan
c)      Pemasaran terpadu dan
d)     Profitabilitas
Era penjualan mengambil perspektif dari luar. Dimulai dengan pabrik, brfokus pada produk yang ada, dan menuntut penjualan dan promosi yang hebat untuk menghasilkan penjualan yang menguntungkan. Era pemasaran mengambil luar. Dimulai dengan pasar yang terdefinisi dengan baik, berfokus pada kebutuhan pelanggan, mengkoordinasikan aktifitas yang mempengaruhi pelanggan dan menghasilkan keuntungan dengan memuaskan pelanggan.
a)      Target market
Perusahaan melakukan yang terbaik ketika melakukan target pasar meraka dengan saksama dengan mempersiapkan program pemasaran yang di sesuaikan.
b)      Kebutuhan pelanggan
Perusahan secara hati-hati menetukan target pasarnya namun gagal memenuhi kebutuhan pelanggan dengan benar. Untuk memahami kebutuhan pelanggan tidak selalu sederhana. Tidak semua pelanggan sadar akan kebutuhan nya. Kita dapat membedakan antara lima jenis kebutuhan tersebut:
a.       Kebutuhan yang di nyatakan
b.      Kebutuhan nyata
c.       Kebutuhan tanpa dasar
d.      Kebutuhan yang menyenangkan
e.       Kebutuhan rahasia.
c)      Pemasaran terpadu
Bila semua departemen perusahaan bekerja sama untuk melayani kepentingan pelanggan hasilnya adalah pemasaran terpadu. Pemasaran terpadu dilakukan pada dua tingkat: pertama berbagai fungsi tenaga penjualan, periklanan, layanan pelanggan, manajemen produk, riset pemasaraan, harus bekerja sama. Semua fungsi ini harus di koordinasikan dari sudut pandang pelanggan. Kedua, pemasaran juga harus di rangkul oleh departemen lain. Menurut david Packard dari Hewlett Packard” Pemasran sangat penting untuk dilakukan secara lisan ke bagian pemasaran”  pemasaran bukanlah departemen yang sama dengan orientasi perusahaan.
d)     Profitabilitas
Tujuan akhir dari profitabilitas adalah untuk membantu tujuan organisasi mencapai tujuan mereka. Dalam kasus perusahaan swasta, tujuan akhirnya adalah keuntungan. Sedangkan dalam kasus organisasi nirlaba dan organisasi publik, ia bertahan dan menarik dana yang cukup untuk melakukan pekerjaan yang bermanfaat.
5.      Era pemasaran masyarakat



Beberapa pertanyaan apakah konsep pemasaran itu adalah filosofi yang tepat dalam era kerusakan lingkungan, kekurang sumber daya, pertumbuhan yang eksplosif, kelaparan dunia dan kemiskinan dan layanan sosial yang terbengkalai. Konsep pemasaran menghindari konflik potensial antara keinginan, minat konsumen, dan kesejatraan masyrakat jangka panjang. Namun beberapa perusahaan dan industri di kritik karna memuaskan keinginan konsumen atas biaya masyrakat. Situasi seperti ini membutuhkan istilah baru yang memperbesar konsep pemasaran.

Comments

Popular posts from this blog

MARKET SHARE ( PANGSA PASAR)

SURVEY DATA PENJUALAN HANDPHONE DI INDONESIA

PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN DAN STRATEGI PEMASARAN

WISATA PULAU LEMABAT PART.2

CITRA MERK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

WISATA DANAU KELIMUTU PULAU FLORES

KULIAH SAMBIL KERJA

KONSEP PEMASARAN

PENGARUH MEREK DAN COUNTRY OF ORIGIN TERHADAP SIKAP KONSUMEN DALAM MEMILIH HANDPHONE