COUNTRY OF ORIGIN



Pengertian negara asal produk adalah petunjuk informasi yang dikomunikasikan melalui frasa made in (negara tertentu). Negara asal menurut Nagashima (1970) dalam Veranita (2009) merupakan gambaran, reputasi, stereotype yang dikaitkan oleh para pebisnis dan konsumen pada suatu negara tertentu. Pencitraan akan negara tempat asal merek dibentuk oleh variabel-variabel lain di dalamnya berupa keterwakilan produk, karakteristik negara, latar belakang ekonomi dan politik, sejarah serta tradisi.

Negara yang menjadi tempat asal sebuah produk yang disebut dengan istilah “country of origin” atau disingkat “coo” secara umum dianggap sebagai bagian dari karakteristik ekstrinsik produk. Asal negara menunjukkan tempat negara sebuah perusahaan atau negara yang konsumen simpulan dari nama merek produk.

Efek negara asal sebagai pengaruh yang dimiliki negara yang memproduksi, merangkai, atau mendesain terhadap persesi positif maupun negatif konsumen atas produk. Sebuah perusahaan yang bersaing di pasar global di masa sekarang membuat produk di seluruh dunia; saat pelanggan menyadari Negara asal produk, ada kemungkinan bahwa tempat produksi akan mempengaruhi produk atau citra merek (Cateora, 2007: 71).

Kotler dan Keller (2009: 338) menyebutkan bahwa negara asal membentuk sebuah persepsi, yaitu persepsi negara asal. Persepsi negara asal adalah asosiasi dan kepercayaan mental yang dipicu oleh sebuah negara. Negara asal merupakan indikator terhadap kualitas dan mempengaruhi proses evaluasi produk secara keseluruhan. Penggunaan negara asal produk sebagai isyarat tunggal akan menghasilkan kesimpulan di mana pengaruh coo sangat besar. Hubungan antara kualitas dan coo akan lebih nyata bila coo diberitahu tanpa informasi merek dan harga. Selain itu terdapat faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menilai produk seperti karakteristik konsumen, kebangsaannya, dan kesamaan antara kelas produk disamping tidak hanya menggunakan informasi tentang coo (Veranita, 2009).

Penelitian ini menggunakan indikator pengukuran terhadap coo menurut penelitian Yasin et al., (2007). Penelitian tersebut menggunakan tujuh pernyataan di dalamnya, yaitu inovasi negara dalam berproduksi, tingkat kemajuan teknologi negara asal merek, desain produk, kreativitas berproduksi, kualitas produksi, prestige atau gengsi yang dimiliki negara asal merek, citra negara asal merek sebagai negara maju.
Persepsi Kualitas

Aaker (1997: 124) menyebutkan bahwa kesan kualitas bisa didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkenaan dengan maksud yang diharapkan. Kesan kualitas adalah pertama-tama sebuah persepsi para pelanggan. Kesan kualitas merupakan suatu perasaan yang tak nampak dan menyeluruh mengenai suatu merek. Akan tetapi, biasanya kesan kualitas didasarkan pada dimensi-dimensi yang masuk dalam karakteristik produk.

Comments

Popular posts from this blog

MARKET SHARE ( PANGSA PASAR)

SURVEY DATA PENJUALAN HANDPHONE DI INDONESIA

PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN DAN STRATEGI PEMASARAN

WISATA PULAU LEMABAT PART.2

CITRA MERK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

WISATA DANAU KELIMUTU PULAU FLORES

KULIAH SAMBIL KERJA

KONSEP PEMASARAN

PENGARUH MEREK DAN COUNTRY OF ORIGIN TERHADAP SIKAP KONSUMEN DALAM MEMILIH HANDPHONE